Wikia

Tenis Meja di Wiki

Utama

Bicara0
2pages on
this wiki

Halaman ini berisi informasi seputar tenis meja. Masih dalam pengembangan. Terbuka bagi siapa saja untuk memberi kontibusi.

PERHATIAN:

Daftar isi dari tulisan berikut dicopi dari WIkipedia Table Tennis[1].

Penjelasan Umum Edit

Tenis meja, atau ping pong (sebuah merek dagang), adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik Rakyat Cina, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong" (Tionghoa : 乒乓球; Pinyin : pīngpāng qiú). Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bat, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia adalah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 215 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.

Sejarah Edit

Pertama Kali Masuk IndonesiaEdit

Permainan tenis meja di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930. Pada masa itu, tenis meja hanya dilakukan di balai pertemuan orang-orang Belanda sebagai suatu permainan rekreasi. Hanya golongan tertentu saja dari golongan pribumi yang boleh ikut latihan, antara lain keluarga pamong yang menjadi anggota dari balai pertemuan tersebut. Sebelum perang dunia ke II pecah, tepatnya tahun 1939, tokoh-tokoh pertenis mejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia). Pada tanggal 5 Oktober 1951 dalam kongresnya di Surakarta, PPPSI mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) atau All Indonesia Table Tennis Association.

Ketika KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) didirikan pada 1967, PTMSI langsung menjadi anggota. Di luar negeri, pada 1960, PTMSI resmi menjadi anggota TTFA (Table Tennis Federation of Asia) atau ATTU (Asian Table Tennis Union) di masa kini, pada 1961 menjadi anggota ITTF (International Table Tennis Federation), dan pada 1996 menjadi anggota SEATTA (South East Asia Table Tennis Association).

Latar belakang berdirinya PTMSI (Saat masih bernama PPPSI) didasari oleh dua hal utama, yakni: memasyarakatkan olahraga pingpong di Indonesia dan meningkatkan prestasi atlet-atlet pingpong, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejalan dengan perubahan dan penyempurnaan Anggaran Dasar (AD) PTMSI, latar belakang itu secara implisit terlihat dalam rumusan visi PTMSI, yakni untuk mewujudkan cita-cita membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang mampu berkarya guna pembangunan, mampu berprestasi dan ikut serta dalam usaha perdamaian dunia. Lalu rumusan AD PTMSI berikutnya mengungkapkan misi PTMSI sebagai derivat visi di atas, sebagaimana yang tertuang pada Pasal 4 yang berbunyi:

"Membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang sehat dan segar baik jasmani maupun rohani, hingga mampu berkarya dan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan Negara Kesatuan Indonesia;
    Membina dan menjadikan manusia Indonesia mampu berprestasi dalam bidang olahraga tenis meja nasional dan internasional; dan
    Memupuk dan membina persahabatan antar bangsa.
"

Visi dan misi ini secara tidak langsung menggarisbawahi adanya harapan yang begitu besar dan mulia serta cita-cita yang luhur pada olahraga tenis meja di bawah penanganan induk organisasinya. Ketika pertama kali PTMSI terbentuk, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) dipegang oleh Nanlogi selama tiga periode (1951-1955, 1955-1959 dan 1959-1963). Kemudian empat periode berikutnya dipimpin oleh Sani Lupias Abdurrachman (1963-1967, 1967-1971, 1971-1976 dan 1976-1979). Tampuk kepemimpinan PTMSI selanjutnya dipegang oleh Ali Said, SH selama empat periode (1979-1983, 1983-1987, 1987-1991 dan 1991-1996). Siti Hedijati Hariadi Prabowo SE, atau yang dikenal dengan nama panggilan akrab Titiek Prabowo kemudian menjabat periode berikutnya (1996-2000), namun sayang pada tahun 1997, beliau mengundurkan diri menyusul lengsernya sang ayah, Soeharto sebagai Presiden RI.

PP PTMSI saat itu (periode 1996-2000) kemudian dikendalikan oleh Sjafrie Sjamsoeddin, yang tetap berada pada posisi sebagai Wakil Ketua Umum. Pada periode selanjutnya tampil Triyanto Saudin (2000-2004) namun karena diderai berbagai masalah, baik internal maupun eksternal, kepemimpinannya berakhir pada 21 April 2002 lewat Munaslub. Ketua umum PB PTMSI setelah itu dijabat oleh Dr.Tahir, MBA (2002-2006) (2006-2012).

Pada tanggal 12 Desember 2011 di Hotel Merlynn Jakarta berlangsung Munaslub yang memperpanjang masa kepemimpinan Dr.Tahir, MBA hingga periode 2011-2015 karena adanya dukungan 23 dari 32 Pengprov PTMSI di seluruh Indonesia. Kepengurusan hasil Munaslub 2011 akhirnya dibatalkan oleh Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) karena dianggap melanggar AD/ART PTMSI 2008 yang mengharuskan PTMSI kembali menggelar Munas untuk menentukan posisi Ketua Umum. Pada tanggal 24-25 September bertempat di Balaikota kota Surakarta / Solo akhirnya digelar Munas 2012 untuk memenuhi putusan BAORI. Hasil Munas 2012 ternyata sama persis dengan hasil Munaslub 2011 yang memilih kembali Dr.Tahir sebagai Ketua Umum masa bakti 2012-2016 setelah memenangkan voting melawan Benny Tjokro Saputro. KONI yang tetap tidak merestui hasil Munas, melalui Satlak Prima membentuk sendiri susunan Timnas yang akan berangkat ke Sea Games Myanmar 2013. Hal ini memicu kekecewaan Dr. Tahir yang kemudian mengundurkan diri dari posisi Ketua Umum PB. PTMSI. KONI kemudian mengambil alih kepengurusan PB. PTMSI dengan membentuk Caretaker yang mengambil alih sementara tugas PB. PTMSI dan untuk menjembatani terlaksananya Munas kembali.

Selain kegiatan-kegiatan, hal lain yang patut dicatat dalam perkembangan pertenismejaan nasional adalah berdirinya Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang dimulai pada awal tahun 1983, yang diiselenggarakan setiap 3 bulan sekali (meskipun sekarang sudah vakum) serta Silataruna yang kegiatannya dimulai sejak 1986 setiap 6 bulan sekali.

Dikutip dari: *www.tenismeja.org - Web Tenis Meja Indonesia

Fakta-faktaEdit

Suasana permainan tenis meja.

  • Permainan tenis meja bermula pada tahun 1880-an di Inggris. Saat itu, masyarakat kelas atas Victoria menganggapnya sebagai hiburan seusai santapan malam.
  • Pada Olimpiade Seoul 1988, tenis meja dipertandingkan untuk pertama kalinya di ajang olahraga yang paling prestisius itu.
  • Tenis meja menjadi sumber inspirasi bagi PONG, sebuah video game terkenal yang dirilis tahun 1972.
  • Pada awal 1970-an, para pemain tenis meja Amerika Serikat diundang ikut serta dalam sebuah turnamen di Republik Rakyat Cina. Peristiwa ini mencairkan ketegangan hubungan antara kedua negara. Istilah "Diplomasi Ping Pong" muncul ketika Presiden AS Richard Nixon tak lama kemudian berkunjung ke Tiongkok.
  • Pada Kejuaraan Dunia 1936 di Praha, dua pemain yang saling menerapkan pola bertahan/defensif membutuhkan waktu lebih dari satu jam demi meraih satu poin.
  • Uni Soviet melarang penduduknya bermain tenis meja pada 1930 hingga 1950 dengan alasan olahraga tersebut berbahaya bagi mata manusia.

cipt gerry arvian

Peralatan (Equipment) Edit

Bola Edit

Bola harus bulat dengan diameter 40 mm. Berat bola harus 2,7 gram. Bola harus terbuat dari bahan selulosa (celluloid) atau sejenis bahan plastik, berwarna putih atau oranye, dan tidak mengkilap.

Dikutip dari *www.tenismeja.org - Web Tenis Meja Indonesia

Meja Edit

Permukaan meja atau meja tempat bermain harus berbentuk segi empat dengan panjang 2,74m dan lebar 1,525m, dan harus datar dengan ketinggian 76 cm di atas lantai. Permukaan meja tidak termasuk sisi permukaan meja. Permukaan meja boleh terbuat dari bahan apa saja namun harus menghasilkan pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm. Seluruh permukaan meja harus berwarna gelap dan pudar dengan garis putih selebar 2 cm pada tiap sisi panjang meja 2,74 m dan tiap lebar meja 1,525 m. Permukaan meja dibagi dalam 2 bagian yang sama secara vertikal oleh net paralel dengan garis akhir dan harus melewati lebar permukaan masing-masing bagian meja. Untuk ganda, setiap bagian meja harus dibagi dalam 2 bagian yang sama dengan garis tengah berwarna putih selebar 3mm, paralel dengan garis lurus sepanjang kedua bagian meja, garis tengah tersebut harus dianggap menjadi 2 bagian kiri dan kanan.

Dikutip dari *www.tenismeja.org - Web Tenis Meja Indonesia

Raket Edit

Merupakan peralatan untuk memukul bola, dikenal juga dengan istilah bet, paddle. (Selanjutnya dipakai istilah raket).

1. Ukuran, berat dan bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku.

2. Daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya; lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang berserat seperti serat karbon (carbon fibre) atau serat kaca (glass fibre) atau bahan kertas yang dipadatkan, namun bahan tersebut tidak boleh lebih dari 7,5 % dari total ketebalan atau berukuran 0,35 mm, yang lebih tipis yang dipakai sebagai acuan.

3. Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (tanpa spons) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau jika menggunakan karet lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya menghadap keluar atau ke dalam maka ketebalannya tidak boleh lebih dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem perekat.

4. Karet bintik biasa adalah lapisan tunggal karet yang bukan seluler (cellular), sintetik atau alami, dengan bintik yang menyebar dipermukaannya secara merata dengan kepadatan tidak kurang dari 10 per-cm2 dan tidak lebih dari 30 per-cm2.

5. Karet lapis (sandwich rubber) adalah lapisan tunggal karet seluler (biasa disebut spons) yang ditutupi/ditumpuk dengan satu lapisan luar karet bintik biasa (biasa disebut topsheet), ketebalan dari karet bintik tidak lebih dari 2 mm.

6. Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada bagian yang terdekat dari pegangan raket dan yang ditutupi oleh jari-jari dapat ditutupi oleh bahan lain atau tidak ditutupi.

7. Daun raket, lapisan yang ada di dalam dan lapisan yang menutupinya baik karet atau lemnya pada sisi yang digunakan untuk memukul bola harus tiada sambungan dan ketebalannya juga merata.

8. Permukaan karet yang menutup daun raket di satu sisi harus berwarna merah menyala di satu sisi dan hitam di sisi lain (tidak sama dengan warna sebelahnya), atau permukaan daun raket yang dibiarkan polos tanpa penutup harus berwarna pudar.

9. Karet penutup raket yang digunakan harus tanpa perlakuan bahan kimia, merubah karakterisktik karet secara fisik, atau hal lainnya.

10. Apabila terjadi sedikit kekurangan/ penyimpangan pada warna dan kesinambungan permukaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian yang tidak disengaja dapat diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan karet.

11. Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.

Dikutip dari *www.tenismeja.org - Web Tenis Meja Indonesia

Lem Perekat Edit

Karet harus ditempelkan dengan kayunya menggunakan kertas perekat sensitif-tekanan atau lem perekat yang tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya.
Catatan:   "Bahan-bahan yang berbahaya" merujuk kepada semua senyawa organik yang mudah menguap dan bahan-bahan lain yang memiliki efek buruk terhadap kesehatan.

Dikutip dari *www.tenismeja.org - Web Tenis Meja Indonesia

Pakaian Edit

1. Pakaian pertandingan biasanya terdiri dari kaos lengan pendek atau tanpa lengan dan celana pendek atau rok atau bagian/perangkat pakaian olahraga, sepatu dan kaos kaki. Pakaian lain, seperti trainingspak atau bagiannya, tidak dapat digunakan kecuali atas seizin Referee.

2. Warna dasar/utama pakaian, celana pendek atau rok, selain dari kerah dan lengan baju, harus berbeda dari warna bola yang digunakan.

3. Pada bagian belakang pakaian dapat bertuliskan nomor atau huruf untuk mengidentifikasi pemain, asosiasinya, atau klubnya ketika mewakili klub, dan iklan sesuai dengan yang diuraikan pada ketentuan pencantuman iklan. Jika pada bagian belakang mencantumkan nama pemain, hal tersebut ditempatkan persis di bawah kerah kaosnya.

4. Nomor punggung apa saja yang digunakan oleh penyelenggara bagi pemain harus mendapat ruang untuk iklan yang dipasang dibelakang kostum, lebar nomor punggung harus tidak lebih besar dari 600 cm2.

5. Corak apa saja yang terdapat pada sisi atau depan kostum termasuk perhiasan yang dipakai pemain harus tidak menyilaukan lawannya.

6. Tidak diperbolehkan adanya pola dan tulisan pada kostum pemain yang dapat menimbulkan suasana permainan menjadi terganggu.

7. Segala pertanyaan yang berhubungan dengan keabsahan kostum pertandingan harus diputuskan oleh Referee.

8. Pada kejuaraan dunia, Olimpiade atau Paralimpik, pemain pada pertandingan Beregu dan pemain ganda dari asosiasi yang sama harus berpakaian seragam, kecuali untuk kaos kaki, sepatu, nomor, ukuran, warna dan disain iklan pada pakaian. Untuk kejuaraan internasional lainnya, pemain ganda dari asosiasi yang sama dapat memakai pakaian yang berbeda merek, asal warnanya sama dan diakui oleh asosiasinya.

9. Pemain/pasangan yang berlawanan harus memakai kostum yang warnanya benar-benar berbeda agar dapat dengan mudah dibedakan/dikenali oleh penonton.

10. Apabila pemain atau regu yang berhadapan memakai warna kostum yang sama dan tidak ada yang mengalah untuk mengganti kostumnya, maka keputusannya ditentukan melalui undian oleh wasit.

11. Pemain yang mengikuti Olimpiade, Kejuaraan Dunia atau Paralimpik atau kejuaraan internasional lainnya harus memakai kostum (kaos dan celana) yang disediakan asosiasinya.

Dikutip dari *www.tenismeja.org - Web Tenis Meja Indonesia

Area Pertandingan Edit

1. Area pertandingan haruslah berbentuk segi empat dan (untuk 1 meja) tidak kurang dari: panjang 14m, lebar 7m, dan tinggi 5m, tetapi ke-empat sudutnya dapat ditutupi sketsel (pembatas) yang panjangnya tidak lebih dari 1,5m. Area pertandingan untuk pemain yang menggunakan kursi roda dapat diperkecil, akan tetapi tidak kurang dari: panjang 8m dan lebar 6m.

2. Perlengkapan/peralatan berikut dapat dianggap sebagai bagian dari area permainan : Meja termasuk net, kursi dan meja wasit, petunjuk/papan skor, tempat handuk, nomor meja, pembatas, karpet, papan nama pemain atau daerah/asosiasinya.

3. Sebagai pemisah antara area pertandingan yang satu dengan yang lain dan dari penonton, area harus ditutupi sekelilingnya dengan (sketsel) ketinggian 75cm, dan dengan latar belakang warna gelap.

4. Intensitas cahaya pada Olimpiade, Kejuaraan Dunia atau Paralimpik,setelah diukur dari permukaan meja, tidak kurang dari 1000 lux merata keseluruh permukaan meja pertandingan dan 500 lux disekelilingnya; pada kejuaraan lain, intensitasnya boleh 600 lux pada permukaan meja dan 400 lux sekelilingnya.

5. Bila beberapa meja sedang digunakan, cahaya lampu juga harus sama dengan yang lainnya, dan cahaya latar/tambahan pada area pertandingan tidak lebih besar dari cahaya yang ada di area tersebut.

6. Sumber cahaya lampu harus tidak kurang dari 5m dari lantai.

7. Latar belakang warna pada umumnya haruslah gelap dan tidak dimasuki sinar matahari melalui pintu/dinding/atap yang terbuka.

8. Lantai tidak boleh berwarna cerah dan menimbulkan pantulan cahaya atau licin dan permukaannya tidak dari batu bata, beton atau batu; akan tetapi, lantai untuk event kursi roda dapat terbuat dari semen.

9. Pada Olimpiade, Kejuaraan Dunia dan Paralimpik, lantai harus dari kayu atau karpet gulung sintetis dengan merek dan tipe yang diakui oleh ITTF.

Dikutip dari *www.tenismeja.org - Web Tenis Meja Indonesia

Gaya Permaian (Styles of play) Edit

=== Cara Memegang

Macam Pukulan (Types of shots) Edit

Dalam tenis meja, pukulan (stroke) secara umum dapat dikelompokkan sebagai pukulan yang bersifat serangan (offensive, menghasilkan bola topspin) dan pukulan bersifat bertahan (defensive, menghasilkan bola backspin). Spin disini termasuk juga smash, blok, dan lob. Kedua kelompok pukulan ini berlaku untuk forehand dan backhand.

Pukulan dikenal juga dengan istilah shot, stroke, hit. Beberapa literatur menyebutkan terdapat sejumlah pukulan dalam tenis meja.

Drive, Push, Block, Smash, Hit, Servis, Servis return, Half volley, Side slip shot, Loop, Flip/Flick, Drop shot, Cho (Short cut, Long cut), Lobbing.

Pukulan Menyerang (Offensive strokes) Edit

Speed drive
Penjelasannya
Loop drive
Counter drive
 :; 1. The Loop
2. The Rush
3. The Hook
Flip (Flick, istilah Eropa)
"Jaunty Pirate"
Smash

Pukulan Bertahan (Defensive strokes) Edit

Kompetisi (Competition) Edit

Pemain tercatat (Notable players) Edit

External links Edit

Governing bodies Edit

Around Wikia's network

Random Wiki